Total Tayangan Halaman

Minggu, 19 Mei 2013



Haba Baro That tentang Pogram Misionaris Kristen Ingin Membangun Gereja Terbesar Asia di Aceh sekarang.
Demi Islam sebagai Agama-Ku apa yang saya tulis ini adalah apa yang saya ketahui, bukan rekayasa. Demi Allah Inilah yang sedang terjadi di Aceh menurut pengamatan dan haba peutuah dari ulama-ulama kita, bahkan ada yang lebih dahsyat lagi tapi tidak mungkin saya tulis disini.[1]

Bismillahirrahmanirrahim, moga Allah menguatkan iman kita dan tegar melawan misi-misi misionaris kristen di Aceh.
Baru saja saya menghubungi salah seorang  Guru Besar Dayah Abu kuta krueng tentang adanya informasi terpenting seputar progaram Krestenisasi Di Aceh, " Ulama Aceh Berujar " geutanyoe yang na na iman lam dada meuyoe ka meyue beudeh, beudeh" inilah salah satu ucapan ulama karismatik Aceh dalam tausiyahnya di banda Aceh baru-baru ini, dalam hal ini Eropa bekerjasama dengan Pendeta di Aceh dan juga pihak-pihak terkait di Aceh - Ingin Mendidrikan 9 Gereja Besar dalam waktu Dekat, namun perlu dicatat, bahwa gereja yang akan diperbesar itu sekarang sudah aktif dalam bentuk Ruko-ruko, berita 100 % benar bukan diada-adakan. Siapa yang ragu langsung saja hubungi Guru Dayah Abu kuta Krueng kapan saja. Ingat wahai saudaraku, kami menulis ini secara terbuka demi bangsa Kita dan anak cucu kita , kita dilahirkan dalam berlumuran dengan darah maka tak ada persoalan bila kita harus mati dengan berlumuran darah pula,  Syurga dan budiadari telah disiapkan  oleh Allah bagi Mujahid dan pembela Islam. Jagan ragu saudara.
Warning !
GEREJA BESAR DI ACEH INI AKAN DIBANGUN DALAM WAKTU DEKAT, KEPADA SEMUA MASYARAKAT ACEH YANG BERIMAN SIAPKAN JIWA , TENAGA, HARTA UNTUK KITA LAWAN MISIONARIS, KITA SANGAT TOLERAN DENGAN KRISTEN, TAPI SEKARANG MEREKA TELAH BERKHIANAT, MAKA TAK ADA MASA KITA BERIKAN PELUANG KEPADA PENGKHIANAT ITU.
KARDOVA SUDAH MENJADI CONTOH TERBAIK BAGI KITA BAGAIMANA UMAT ISLAM DIUSIR OLEH KRISTEN DARI SPANYOL DENGAN KEJAM, DAN SANGAT SADIS DARI NEGERI SENDIRI, JAGAN BIARKAN KRISTEN MENJAJAH KITA DAN MEMBUNUH KITA DAN CUCU KITA DI SERAMBI MEKKAH, INSAFLAH WAHAI SAUDARAKU,
INILAH MISI NGO yang selama ini kerab membatu Aceh dengan progam-pogram BRR, BRA, PNPM, biaya siswa Gratis keluar negeri termasuk biaya Pilkada dan lain-lain.
Tsunami jagan membuat kita murka kepada Allah, sekarang persiaplah diri untuk melawan mereka kapan saja Para Ulama Memerintahkan berperang melawan siapa saja yang mendukung Misi Kristen Itu sekalipun bangsa Kita sendiri. amin.
Do’a Panjatan
Ya Allah berilah Kekuatan pada kami untuk melawah musuh-musuh-Mu, dan selamatkan Aceh dari Kristenisasi. Ya Allah berilah keinsafan terhadap saudara-saudara kami yang telah terlena dengan tipudaya dajjal itu, agar mereka jagan mendukung partai-partai, organisasi-organisasi, ormas-ormas, LSM-LSM, yang di dukung oleh Eropa dan barat, karena sudah sangat jelas mereka ingin membunuh kami, dan menyesatkan kami dan menghancurka Islam di Serambi Mekkah. Matikanlah kami dalam beriman Pada –Mu dan ampunan-Mu, Ya Allah berilah kekuatan lahir dan batin untuk melawan musuh-musuh-Mu. amin-ami.
TIM : Bina Islam Aceh (PBIA)
Sampaikan Berita Ini dari lisan kelisan (sangat penting) dan demi keselamatan sembunyikan Identitas.


Fakta & Data yang berbicara
Inilah salah satu Fakta yang sangat jelas tentang Misi Misionaris Kristen di Aceh, Kantor Gubernur Aceh berbentuk Salib
 Mesjid Baiturrahman Berbentuk Salib, Pasca dibagun oleh Beladan setelah dibakar ketika Matinya Jendal Konler (Bangsa Yahudi) dekat Mesjid Baiturrahman oleh Mujahid Aceh
Pertanyaan:
1.  Apakah mungkin misi Kristen itu bisa berlaku sedemikian rupa tanpa mendapat dukungan dari pemerintah ? jawablah
2.    Siapa yang menjadi kepercayaan asing di Aceh ? jwablah
3. CMC, adalah  LSM Misionaris Kristen yang membawa main anak- remaja perempuan dan laki-laki  secara bebas dan      terkadang sampai larut malam belum dipulangkan, dibawa kemana anak orang, gerak-gerik mereka sangat aneh bin         ajaib
        Masyarakat wajib mengusir CMC kristen itu ?

Selasa, 09 April 2013



Biksu Wirathu : Saya tidak Ingin Myanmar Seperti Indonesia, Dahulu Budha Mayoritas, Kini Setelah Islam Masuk, Muslim menjadi Mayoritas di Indonesia

Kekerasan Massa Budha Terhadap Muslim
Biksu Budha menarik seorang gadis muslimah muda dan menempelkan pisau ke lehernya.
“Jika Anda mengikuti kami, aku akan membunuhnya,” ejek biksu kepada polisi, menurut saksi, massa Buddha bersenjatakan parang dan pedang mengejar hampir 100 Muslim yang berada di kota ini di pusat Myanmar.
Pada hari Kamis yang lalu , tanggal 21 Maret. Hanya dalam beberapa jam, 25 Muslim tewas. Massa Buddha menyeret tubuh mereka yang berlumuran darah di sebuah bukit di lingkungan yang disebut Mingalarzay Yone dan mereka bakar jenazah muslim tersebut. Beberapa muslim lainnya ditemukan telah dibantai dalam rawa . Seorang juru kamera Reuters melihat sisa tubuh dua anak, berusia 10 tahun atau bahkan lebih muda.
Kebencian etnis di Myanmar tak terkendali sejak kondisi aman 49 tahun kekuasaan militer yang berakhir pada Maret 2011. Dan itu menyebar ke seluruh negeri, dan mengancam transisi sejarah demokrasi negara itu. Tanda-tanda pembersihan etnis telah jelas, dan jelas pula siapa mereka yang menghasut itu.
Selama empat hari, setidaknya 43 orang tewas di kota berdebu dan hampir 100.000 penduduknya , hanya 80 km sebelah utara dari ibukota Naypyitaw. Hampir 13.000 orang, sebagian besar umat Islam, diusir dari rumah mereka dan bisnis. Pertumpahan darah yang dilakukan dan dipimpin oleh biksu Buddha yang dengan kekerasan massa , termasuk setidaknya 14 desa lainnya terancam di pusat Myanmar dan terdapatminoritas Muslim di tepi di salah satu negara Asia yang paling beragam etnis.
Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 30 saksi, mengungkapkan pembantaian di waktu fajar menewaskan 25 Muslim di Meikhtila dipimpin oleh biksu Budha – dimana tokoh biksu itu sering dijadikan ikon demokrasi di Myanmar. Pembunuhan terjadi terlihat jelas bahwa polisi tidak melarang dan tiadanya intervensi oleh pemerintah daerah maupun pusat. Kalimat berupa grafiti tertulis di salah satu dinding menyerukan “pemusnahan Muslim.”
Kerusuhan yang terjadi di kota-kota lain, hanya berjarak beberapa jam dari ibukota komersial Yangon, pembantaian yang terorganisir dengan baik, bersekongkol dengan polisi yang hanya menutup mata. Bahkan setelah pembunuhan pada tanggal 21 Maret, menteri utama untuk wilayah tersebut tidak menghentikan kerusuhan yang berkecamuk. Menteri itu hanya menyerahkan kendali kota untuk biksu Budha radikal. Truk pemadam kebakaran di tahan,dan petugas penyelamat diintimidasi.
Pembantaian yang terorganisir
Namun, pembantaian Meikhtila oleh Buddha sangat terorganisir dan juga  kelambanan pemerintah dipantau oleh Reuters pada kejadian di barat Myanmar tahun lalu. Kali ini, pertumpahan darah melanda sebuah kota strategis di jantung negara itu, menimbulkan pertanyaan mengenai apakah reformis Presiden Thein Sein memiliki kontrol penuh atas pasukan keamanan Myanmar mengalami perubahan yang paling dramatis sejak kudeta tahun 1962.
Di negara mayoritas-Buddha dikenal sebagai “Tanah Emas” untuk pagoda yang berkilauan, kerusuhan tersebut menelanjangi kebenaran yang sering tersembunyi: Biksu Budha telah memainkan peran sentral dalam kerusuhan anti-Muslim selama dekade terakhir. Meskipun 42 orang telah ditangkap sehubungan dengan kekerasan, biarawan terus memberitakan gerakan cepat menyambut Buddhis nasionalis yang dikenal sebagai “969″ yang memicu banyak masalah.
Pemeriksaan juga menunjukkan motif  ekonomi dan agama. Di salah satu negara termiskin di Asia, kaum Muslim Meikhtila dan bagian lain dari pusat Myanmar umumnya lebih makmur daripada kaum Buddha mereka. Di Myanmar secara keseluruhan, Muslim mencapai 5 persen dari rakyat myanmar. Dalam Meikhtila, mereka terdiri dari sepertiga. Mereka memiliki real estate utama, toko elektronik, toko-toko pakaian, restoran dan dealer sepeda motor, penghasilan muslim sangat baik dibandingkan  mayoritas Buddha, yang hanya bekerja keras sebagian besar sebagai buruh dan pedagang kaki lima.
Aung San Suu Kyi , Pemenang nobel perdamaian yang Diam Seribu bahasa
Kegagalan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, pemimpin oposisi saat ini di parlemen, untuk meredakan ketegangan lebih lanjut merusak citranya sebagai kekuatan moral pemersatu. Suu Kyi, seorang Buddhis yang taat, mengatakan sangat sedikit dan kurang berperan terhadap kerusuhan ini. Dan
Suu Kyi menolak untuk diwawancarai untuk tragedi ini.
Kronologi kejadian kerusuhan
Awal kerusuhan sebenarnya bermula sangat sederhana.
Aye Aye Naing, 45-tahun wanita Buddha, ingin membuat persembahan makanan untuk biarawan lokal. Tapi dia tidak punya uang, dia ingat, Pada sekitar 9 pagi pada tanggal 20 Maret, sehari sebelum pembantaian, ia membawa jepit rambut emas ke kota. Dia itu mencoba menawarkan jepit rambut emas itu seharga 140.000 kyat ($ 160). Bersama suami dan adiknya, ia masuk New Waint Sein, toko emas milik seorang Muslim , pedagang muslim itu menawar 108.000 kyat nya. Sedang Aye ingin setidaknya 110.000 kyat untuk jepit rambutnya.
Pekerja toko emas melihat jepit rambut itu, ternyata jepit itu sedikit rusak, maka Pemilik took muslim itu, seorang wanita muda berusia 20-an, karena rusak maka ia menawar hanya 50.000 kyat. Aye protes, menyebut pemilik tidak masuk akal. Karena hinaan Aye maka pemilik toko muslim itu menamparnya, kata saksi. Aye Aye dan suaminya berteriak di toko tersebut dan segera tiga staf toko muslim itu menarik mereka keluar toko, menurut pengakuan sepihak suami isteri budha itu mereka dipegangi dan dipukuli oleh tiga staf toko.
Akibat itu, massa berkumpul. Polisi tiba di lokasi, menahan Aye Aye Naing dan pemilik toko. Massa yang sebagian besar Buddha berkumpul dan berubah menjadi kekerasan, melemparkan batu, berteriak anti-Muslim dan penghinaan dan mendobrak pintu toko itu, menurut beberapa saksi. Tidak ada yang tewas atau terluka, namun bangunan perumahan Muslim milik toko emas dan beberapa rumah muslim yang lain hampir hancur.
“Toko ini memiliki reputasi buruk di lingkungan,” kata Khin San, yang mengatakan dia menyaksikan kekerasan dari toko umum nya di seberang jalan. “Mereka tidak membiarkan orang memarkir mobil mereka di depan toko mereka” .
Kemudian aroma kebencian dipicu oleh selebaran ditandatangani oleh kelompok yang menyebut dirinya “umat Buddha yang merasa tidak berdaya” yang dibagikan beberapa minggu sebelumnya. Dalam lembaran itu dikatakan bahwa Muslim di Meikhtila berkonspirasi melawan umat Buddha, dibantu oleh uang dari Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan rahasia di masjid-masjid. Surat itu ditujukan kepada para bhiksu yang berpengaruh di daerah itu.
Ketegangan meningkat. Sekitar 5:30 pm hari itu, empat pria Muslim sedang menunggu di suatu persimpangan. Seorang biarawan berlalu di belakang dengan sepeda motor, mereka menyerang. Satu memukul pengemudi dengan pedang, menyebabkan dia terjatuh, kata saksi. Pukulan kedua di bagian belakang kepala biarawan itu. Salah satu laki-laki menyiram dia dalam bahan bakar dan membuatnya terbakar, kata Soe Thein, seorang mekanik yang melihat serangan itu. Biarawan itu meninggal di rumah sakit.
Soe Thein, seorang Buddhis, berlari ke pasar. “Seorang biksu telah dibunuh , biksu telah tewas!” dia menangis. Saat ia berlari kembali, massa mengikuti dan kerusuhan mulai. Rumah Muslim dan toko-toko habis terbakar.
Soe Thein mengidentifikasi penyerang dengan nama dan mengatakan ia melihat beberapa hari masih berada di desa setelah sang biksu dibunuh. Polisi menolak mengatakan apakah mereka termasuk di antara 13 orang yang ditangkap dan diselidiki terkait dengan kekerasan Meikhtila.
“KAMI HANYA INGIN MUSLIM”
Malam itu, api melahap banyak Mingalarzay Yone, bangsal sebagian besar Muslim di timur Meikhtila. Api meratakan masjid, panti asuhan, dan beberapa rumah. Ratusan muslim melarikan diri. Beberapa bersembunyi di rumah teman-teman Buddhis ‘, kata saksi. Sekitar 100 muslim lari ke dalam rumah kayu bertingkat milik Maung Maung, seorang sesepuh Muslim.
Win Htein, seorang anggota parlemen di Liga Nasional nya Suu Kyi untuk Demokrasi, mencoba menahan kerumunan . “Seseorang mengambil lenganku dan berkata hati-hati atau Anda akan menjadi korban,” katanya.
Sekitar 200 petugas polisi hanya menyaksikan kerusuhan di lingkungan tersebut sebelum meninggalkan sekitar tengah malam, katanya.
Sekitar jam 4 pagi, orang-orang Muslim di dalam rumah Maung Maung mengaji  dalam bahasa Arab dan kemudian bertakbir, di tengah kerumunan hampir seribu massa  Buddha yang berada di luar rumah.
Ketika fajar menyingsing, sekitar pukul 6 pagi, kehadiran polisi  di daerah itu hanya ada sekitar 10 petugas. Bahkan mereka (polisi) perlahan-lahan mundur, yang memungkinkan massa untuk menyerang, kata Hla Thein, 48, seorang sesepuh Buddhis.
Kaum Muslim melarikan diri melalui samping rumah, dikejar oleh pria dengan pedang, tongkat, batang besi dan parang. Beberapa dibantai dalam rawa di dekatnya, kata Hla Thein, yang menceritakan kejadian bersama empat saksi lainnya, baik Buddha dan Muslim.
Lainnya ditebas saat mereka berlari menuju jalan puncak bukit. “Mereka mengejar muslim seperti mereka berburu kelinci,” kata anggota parlemen NLD Win Htein.
Polisi menyelamatkan 47 kaum muslimin, sebagian besar wanita dan anak-anak, dengan mengepung mereka dengan perisai mereka dan menembakkan tembakan peringatan ke udara, Hla Thein mengatakan. “Kami tidak ingin menyerang Anda,” teriak seorang biarawan kepada polisi, menurut polisi mereka berteriak, “Kami hanya ingin umat Islam.”
Ye Myint, menteri kepala daerah Mandalay yang mencakup Meikhtila, mengatakan kepada wartawan hari itu situasi sudah “stabil.” Tetapi nyatanya semakin parah. Biarawan bersenjata dan massa Buddha meneror jalan-jalan selama tiga hari berikutnya, kata saksi.
Mereka mengancam Thein Zaw, seorang pemadam kebakaran mencoba untuk memadamkan sebuah masjid terbakar. “Beraninya kau memadamkan api ini,” kenangnya satu teriakan biksu. “Kami akan membunuhmu.” Sekitar 30 biksu menghancurkan tanda yang tergantung di luar stasiun pemadam kebakaran dan mencoba untuk memblokir truknya.
“Seorang bhiksu dengan pisau berayun ke arah saya,” kata Kyaw Ye Aung, seorang petugas pemadam kebakaran .
Tiga hari kemudian, di bukit di mana mayat muslim dibakar, reporter ini menemukan sisa-sisa campuran jenazah dewasa dan anak-anak: potongan tengkorak manusia, tulang dan tulang lainnya, dan ransel anak yang sudah gosong itu.
Terdekat dari situ, truk kota membuang mayat di sebidang tanah di sebelah krematorium di pinggiran Meikhtila itu. Mereka dibakar dengan ban bekas.
Gerakan 969
Di jalan-jalan Meikhtila, saksi melihat biarawan dari biara terkenal . Mereka juga melihat biarawan dari Mandalay, kota kedua terbesar di negara itu dan pusat kebudayaan Burma sekitar 100 mil ke utara. Salah satu pengunjung tersebut adalah Wirathu biksu nasionalistis.
Wirathu dibebaskan tahun lalu dari sembilan tahun penjara selama amnesti bagi ratusan tahanan politik, di antara reformasi paling terkenal pasca-kekuasaan militer Myanmar. Dia dahulu dikurung karena menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003.
Saat ini, ia yang berumur 45 tahun adalah kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay, sebuah kompleks luas di mana ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat budha berada di sana. Dari basis kekuatannya, ia memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969,” yang mendorong umat Buddha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat muslim.
969 , Tiga angka mengacu pada berbagai atribut Buddha, ajarannya dan kerahiban tersebut. Dalam prakteknya, nomor telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .
“Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay. Terjemahan: Jika Anda makan, bepergian atau membeli sesuatu, melakukannya dengan seorang Buddhis. Menikmati reputasi ekstremis nya, Wirathu menggambarkan dirinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.”
Dia mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya. Ini sangat efektif: stiker 969 dan tanda-tanda yang berkembang biak – sering disertai dengan kekerasan.
Perusuh mengecat “969″. Gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, meletus setelah bepergian biarawan berkhotbah tentang gerakan 969. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 yang muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat pusat.
Dalam Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.
Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.
“Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Buddha pada 27 Maret. Salah satu penyerang bersenjata dengan gergaji mesin, katanya.
Seorang pejabat polisi setempat membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa, menurut dua orang saksi. Polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti ketika ditanya oleh Reuters.
Dua hari sebelumnya di Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.
Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Buddhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.
“Dengan uang, mereka menjadi kaya dan menikahi wanita Budha Burma dan mengalihkan ke Islam, menyebarkan agama mereka. Bisnis mereka menjadi lebih besar dan mereka membeli lebih banyak lahan dan rumah, dan itu berarti tanah ini akan lebih sedikit kuil Buddhanya,” katanya.
“Dan ketika mereka menjadi kaya, mereka membangun masjid yang tidak terbuka, tidak seperti pagoda dan biara-biara,” tambahnya. “Mereka seperti stasiun basis musuh bagi kita. Masjid lebih berarti markas musuh, jadi itu sebabnya kita harus mencegah adanya markas musuh lebih banyak.”
Biksu Budha Kawatir Burma menjadi seperti Indonesia
Wirathu takut Myanmar akan mengikuti jalan seperti Indonesia setelah Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam telah menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di pulau-pulau utama Indonesia.
Wirathu mulai memberitakan  969  akan keyakinan dirinya pada tahun 2001, ketika Departemen Luar Negeri AS melaporkan “peningkatan tajam dalam kekerasan anti-Muslim” di Myanmar. Sentimen anti-Muslim didorong pada bulan Maret tahun lalu  ketika Taliban hancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.
Biarawan itu akhirnya ditangkap pada 2003 dan dihukum 25 tahun penjara karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya dari Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila. Setidaknya 10 Muslim tewas dalam Kyaukse oleh gerombolan Buddha, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS.
Wirathu memberikan komentar terhadap penyebab awal kerusuhan tersebut , mengenai wanita Buddhis yang mencoba untuk menjual jepit rambut. “Dia seharusnya tidak melakukan bisnis dengan Muslim.

Selasa, 29 Januari 2013


Cara Mudah Melihat Aura


cara mudah belajar melihat aura
Ada orang yang cantik,tetapi tidak menarik.
Sebaliknya ada orang yang tidak cantik,tetapi menarik
Ada orang yang dimana mana kehadirannya ditunggu. Tapi ada juga orang,dimana kehadirannya membuat orang sekitarnya gelisah atau tidak nyaman. Mengapa bisa demikian?
Namun sebelum beranjak untuk menjawab pertanyaan tersebut.ada baiknya kita pahami dulu,apa sih yang dimaksud dengan aura?
Setiap makluk hidup memancarkan gelombang elektromagnetic dari tubuhnya. Himpunan energi yang membungkus tubuh makluk hidup ini dan dinamakan “aura”.
Jadi tidak hanya manusia yang memiliki aura, tetapi semua makluk hidup ,termasuk hewan dan tumbuh tumbuhan. Bahkan ahli pengobatan herbal di Tibet,dapat membedakan antara tumbuhan yang berkasiat untuk pengobatan atau tidak,hanya dengan melihat auranya.
Namun agar pembicaraan tidak membias dan membingungkan, mari kita kerucutkan pembahasan kita hanya pada aura manusia saja.
Kemampuan untuk melihat aura atau mengenal kepribadian seseorang dengan melihat auranya, adalah bagian dari kemampuan Clairvoyance. Istilah “Clairvoyance” diadopsi dari bahasa Perancis. Clair (Inggeris: Clear)= jelas. /voyance = melihat. Jadi kemampuan untuk melihat dengan jelas,sesuatu yang tidak tampak oleh”orang orang biasa”. Istilah ini, bisa diterjemahkan sebagai “pewaskitaan”
Aura ini dilihat dari sudut pandang kewaskitaan, terdiri dari berbagai warna. Setiap warna memiliki arti sendiri sendiri. Dalam kata lain,pancaran aura dari seseorang,mengekspresikan karakter atau kondisi seseorang.
Secara umum,dapat dikatakan bahwa orang yang selalu berpikiran bersih/positif,maka auranya akan terlihat cerah dan menarik. Dalam pergaulan dikatakan orang yang selalu energik dan simpatik.
Sisi lain,orang yang biasa berpikiran negatif, cemas ,ragu ragu atau dalam ketakutan,maka aura yang dipancarkannya menjadi sangat lemah dan suram. Sehingga orangnya kelihatan tidak bersemangat dan tidak menarik untuk didengarkan pembicaraannya. Bahkan pada tingkat yang lebih parah,kehadiran tipe orang seperti ini,akan membuat orang yang berada sekitarnya merasa tidak nyaman dan cepat cepat ingin menyudahi pembicaraan atau pertemuan.
Dengan demikian,mungkin dapat dipahami,mengapa orang yang pintar,bertitel,namun tidak mendapatkan “tempat” di lingkungannya.
Bisa dipelajari oleh siapapun.
Kemampuan ini bisa dipelajari oleh siapa saja. Tidak ada hubungannya dengan tahyul atau mistik mistik apapun. Seperti kira kira ,sama halnya dengan kita belajar telepati,walaupun “ilmu”nya berbeda. Namun tentunya untuk memahaminya dengan baik,dibutuhkan ketekunan dan kesunguhan. Tidak bisa dipelajari dalam sehari dua hari.
Kemampuan ke waskita an ini sudah dimanfaatkan dalam melakukan interview calon karyawan ataupun memeriksa kebenaran suatu pengakuan . Alat modern yang bernama ” Lie detector” /polygraph atau deteksi kebohongan,ternyata “bisa dikelabuhi”.
Untuk tipe orang yang buka pembohong, ketika ia berbohong,maka getaran getaran dari pikiran dan hatinya akan membuktikan pada alat deteksi kebohongan ,bahwa ia tidak berkata yang sebenarnya. Tetapi bila orang yang sudah biasa hidup bertahun tahun dalam kebohongan,maka berbohong tidak lagi akan mengetarkan hati dan pikirannya,sehingga ia bisa lolos dari deteksi.
Tetapi melalui deteksi aura,kebohongan tersebut ,bisa terbaca.
Untuk membuktikan bahwa keberadaan aura ini bukanlah mengada ada, sudah ada foto Kirlian atau Kirlian fotography. Nama Kirlian adalah nama penemu alat ini. Untuk mudahnya ,anda cukup menanyakan “foto aura”.
Setahu saya ada di Mangga Dua Mall atau di Pluit mall di jakarta dan di Surabaya. Berapa biayanya? Setahu saya sekitar 200 ribu rupiah,sudah termasuk penjelasan tentang karakter pemiliknya.
Menurut saya secara pribadi,ke akuratan penjelasan tersebut, dapat dikatakan mendekati 80 -90 persen kebenarannya. Maaf,saya tidak ada hubungan bisnis dengan pemilik foto aura tersebut. Semata mata untuk memperjelas bahwa aura itu memang ada.
Belajar melihat aura?
Susah susah gampang. Nah,mungkin teman teman berpikir,koq pakai istilah”susah susah gampang?” Maksudnya,pada awalnya sangat rumit dan susah,tetapi bila kita sudah tahu kiatnya,maka akan menjadi keasyikan tersendiri.
Tapi sekali lagi ,tidak bisa dalam sehari dua hari. Jadi kalau ada buku yang menulis :” Belajar melihat aura dalam sekian detik”,saran saya,jangan buang buang uang anda untuk membelinya,karena mustahil orang bisa belajar dalam waktu hitungan detik,betapapun jeniusnya.
Perlu ikut kursus atau seminar?
Bila hanya untuk memahami dasar dasarnya saja,maka tidak perlu buang uang dan waktu untuk ikut seminar atau kursus clairvoyance,kecuali memang sungguh sungguh mau mendalaminya.
Tidak ada ruginya menambah pengetahuan dengan mengetahui dasar dasar kemampuan ke waskita an ini. Manfaat minimal adalah dengan melihat aura diri sendiri,maka kita akan mengetahui dimana letak kelemahan kita,sehingga mudah untuk memperbaikinya .
warna dan artinya secara umum:
warna kuning mengekspresikan pemiliknya adalah orang yang cerdas.
warna hijau mengekspresikan pemilikinya suka kepada alam/seni
warna pink mengekspresikan pemiliknya supel dalam pergaulan
warna biru/violet mengekspresikan pemiliknya orang yang taat dalam imannya.
warna orange/kemerahan mengekspresikan pemiliknya adalah orang yang antusias
warna abu abu mengekspresikan pemiliknya adalah orang yang plin plan/tidak jujur
warna merah menyala mengekspresikan pemiliknya orang yang arogan /emosional.
Warna ini juga amat tergantung pada cerah tidaknya warna tersebut. Bila redup,berarti pemiliknya dalam kondisi kurang sehat atau suasana hatinya tidak tentram.
Warna aura yang redup atau memudar ini,dapat diperbaiki,dengan cara mengubah sikap mental,dari negatif ke positif .
cara mudah dan sederhana untuk berlatih:
01. sediakan kertas aneka warna ,misalnya ,merah ,kuning dan biru(boleh warna lain)
02.guntinglah berbentuk lingkaran , sebesar dasar botol atau garis tengah 5 cm
03, kertas yang sudah digunting ini,diberi titik dengan spidol atau ballpoint,pada titik tengahnya,sehingga jelas terlihat dari jarak sekitar 50 - 60 cm.
04.Tempelkanlah satu persatu didinding ,jarak sekitar 50 -60 cm dari anda berdiri atau duduk.
05.Penjamkan mata dengan lembut sesaat. Kemudian bukalah mata dengan rileks dan pandanglah ketitik sumbu ,guntingan kertas yang telah ditandai spidol,selama minimal 30 detik,tanpa berkedip. Kalau terlanjur berkedip,ulangi lagi.
06. pejamkan kembali mata sesaat ( 1 atau 2 detik),kemudian alihkan pandangan kedinding yang berwarna putih.
07,akan terlihat disana pantulan warna ,yang berbeda dari warna kertas yang dipandang tadi.
08. hari berikutnya ganti latihan anda dengan kertas yang berbeda warna.

Dengan berlatih setiap hari, selama lebih kurang 10 menit, selama seminggu, maka mata anda sudah mulai dibiasakan untuk dapat membedakan,mana yang pantulan cahaya,mana yang aura sesungguhnya. Ini baru tahap awal pengetahuan tentang aura.
Cara mudah dan sederhana,tidak usah pakai biaya ,untuk anda yang tertarik belajar melihat aura dalam tingkat awal. Dengan memiliki sedikit pengetahuan dan kemampuan dasar ini,anda tidak lagi canggung bila ada yang bercerita tentang aura .
Bila cukup banyak yang tertarik, nanti kita sambung lagi ,untuk tingkat selanjutnya. Tidak ada niat jualan apapun,hanya sekedar ingin berbagi saja. Tentunya bila teman teman tertarik.
Selamat mencoba.
Perth,28 januari,2013
Salam sukses,
Qamaruzzaman lala